Pembuatan Systematic Literature Review (SLR) dengan PRISMA 2020 dan VOSviewer

jasa Systematic Literature Review (SLR) dengan PRISMA 2020 dan VOSviewer

Daftar Isi

Kualitas sebuah penelitian sering kali ditentukan oleh seberapa kuat landasan literatur yang melatarbelakanginya. Namun, banyak peneliti, baik mahasiswa tingkat akhir maupun akademisi profesional, terjebak dalam penulisan tinjauan pustaka yang sekadar merangkum buku atau jurnal secara acak tanpa metodologi yang jelas. Hasilnya?

Penelitian tersebut kehilangan arah, sulit menembus jurnal bereputasi, dan gagal menunjukkan di mana letak kebaruannya (novelty).

Systematic Literature Review (SLR) akan menjawab tantangan tersebut. SLR ini bukan sekadar cara membaca jurnal, melainkan sebuah prosedur ilmiah untuk memetakan ilmu pengetahuan secara sistematis.

Artikel ini  akan membahas, apa itu SLR?, bagaimana cara melakukannya, serta bagaimana penggunaan tools seperti VOSviewer dapat meningkatkan kualitas publikasi ilmiah Anda.

Apa sih, Systematic Literature Review (SLR)?

Systematic Literature Review (SLR) adalah metode penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menginterpretasi seluruh hasil penelitian yang relevan terhadap suatu pertanyaan penelitian, topik, atau fenomena tertentu. Berbeda dengan Literature Review konvensional yang sering kali bersifat subjektif dan naratif tanpa standar seleksi yang jelas, SLR memiliki protokol yang ketat.

Perbedaan utama antara Systematic Literature Review (SLR) dan Tinjauan Literatur Biasa (Narrative Review) terletak pada objektivitas dan prosedurnya.

Jika tinjauan literatur biasa ibarat kita bercerita tentang buku-buku yang pernah kita baca secara bebas, maka SLR adalah sebuah audit ilmiah yang harus mengikuti aturan ketat agar hasilnya tidak bias.

Karakteristik utama dari SLR adalah transparansi dan replikabilitas. Artinya, jika peneliti lain mengikuti prosedur yang Anda tulis, mereka seharusnya mendapatkan hasil yang serupa. SLR tidak mencari data primer dari lapangan (seperti wawancara atau kuesioner), melainkan mensintesis data sekunder yang sudah ada untuk menghasilkan kesimpulan baru yang berbasis bukti (evidence-based).

7 Jenis Penelitian yang Paling Cocok Menggunakan Metode SLR

Metode SLR sangat fleksibel namun memiliki kekuatan maksimal jika digunakan pada jenis penelitian berikut:

1. Penelitian Pemetaan Topik (Mapping Study)

Penelitian ini bertujuan untuk memotret kondisi terkini dari sebuah bidang ilmu. Dengan SLR, Anda bisa melihat tren penelitian dari tahun ke tahun, siapa penulis paling produktif, dan instansi mana yang paling dominan.

  • Contoh: Tren penelitian green marketing dalam 5 tahun terakhir.
  • Tips: Sangat efektif jika dikombinasikan dengan VOSviewer untuk visualisasi jaringan.

2. Identifikasi Research Gap (Celah Penelitian)

Inilah alasan utama mengapa mahasiswa tingkat akhir menggunakan SLR. Dengan membedah ratusan literatur, Anda bisa menemukan apa yang belum diteliti oleh orang lain. Celah inilah yang menjadi dasar kuat untuk proposal skripsi, tesis, atau disertasi Anda.

  • Contoh: Menemukan celah penelitian pada adopsi e-learning berbasis model TAM/UTAUT di negara berkembang.

3. Penelitian Sintesis Teori dan Konsep

Tujuannya adalah menggabungkan berbagai teori yang ada menjadi sebuah kerangka konseptual baru. Ini adalah level penelitian yang sangat dihargai dalam jurnal internasional.

  • Contoh: Integrasi konsep customer experience dan digital branding dalam industri pariwisata.

4. Penelitian Evaluasi Efektivitas

SLR sering digunakan untuk menilai apakah suatu kebijakan atau metode tertentu benar-benar memberikan dampak positif berdasarkan kumulasi hasil studi terdahulu.

  • Contoh: Efektivitas kebijakan keterbukaan informasi publik terhadap tingkat kepercayaan masyarakat.

5. Penelitian Komparatif Literatur

Anda bisa membandingkan hasil penelitian dari konteks yang berbeda, misalnya perbedaan perilaku konsumen di Asia dengan di Eropa berdasarkan literatur yang tersedia.

  • Contoh: Perbandingan strategi pemasaran digital pada sektor UMKM di Indonesia vs Thailand.

6. Pengembangan Model atau Kerangka Baru

Setelah melakukan review mendalam, peneliti dapat menyusun model baru yang lebih komprehensif daripada model-model sebelumnya.

  • Contoh: Pengembangan model efisiensi energi industri berbasis sintesis studi terdahulu.

7. Penelitian Bibliometrik (SLR + Analisis Data)

Ini adalah gabungan antara tinjauan kualitatif (SLR) dengan analisis kuantitatif terhadap metadata jurnal. Di sini, Anda akan menganalisis co-occurrence kata kunci, sitasi, dan kolaborasi antar peneliti.

Systematic Literature Review (SLR) Menggunakan Protokol PRISMA 2020 (Update)

Penting dan harus anda ketahui dulu, PRISMA 2020 adalah versi terbaru dari pedoman (guideline) yang digunakan dalam penelitian Systematic Literature Review (SLR) dan meta-analisis. Pedoman ini berfungsi untuk memastikan bahwa penelitian yang dilakukan ditulis dan dilaporkan secara lengkap, transparan, dan sistematis.

Yang sebelumnya PRISMA 2009 adalah versi awal yang menjadi standar pelaporan Systematic Literature Review selama bertahun-tahun. Banyak penelitian lama masih menggunakannya.

PRISMA 2020 adalah versi update untuk:

  • Menyesuaikan perkembangan teknologi pencarian literatur
  • Mengakomodasi metode penelitian yang lebih kompleks
  • Meningkatkan transparansi dan detail pelaporan

Artinya, PRISMA bukan metode penelitian, melainkan standar pelaporan agar penelitian Anda mudah dipahami, valid, dan dapat dipercaya oleh pembaca maupun reviewer jurnal.

Agar diakui oleh komunitas ilmiah, SLR harus mengikuti protokol standar, salah satunya adalah PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses).

Penting untuk diketahui juga, PRISMA 2020 flow diagram menggambarkan alur sistematis dalam memilih artikel untuk penelitian SLR yang bersumber dari database dan register. Proses dimulai dari tahap identifikasi, yaitu mengumpulkan seluruh artikel dari berbagai database, kemudian dilakukan pembersihan awal seperti menghapus duplikasi dan artikel yang tidak relevan. Selanjutnya masuk ke tahap screening, di mana artikel diseleksi berdasarkan judul dan abstrak, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan full text untuk memastikan kelayakan. Artikel yang tidak memenuhi kriteria akan dikeluarkan dengan alasan yang jelas. Tahap terakhir adalah included, yaitu artikel yang lolos seluruh proses seleksi dan digunakan dalam penelitian.

PRISMA 2020 juga menyediakan beberapa variasi flow diagram lain, seperti untuk review baru dengan tambahan sumber lain, serta untuk systematic review yang diperbarui baik dengan sumber database saja maupun yang dikombinasikan dengan sumber lainnya.

New Systematic Reviews: Databases and Registers Only

New Systematic Reviews: Databases and Registers Only

Sumber Gambar: https://www.prisma-statement.org/prisma-2020-flow-diagram

Fokus: Kesederhanaan dan Standarisasi Tinggi

Ini adalah varian yang paling sering digunakan oleh mahasiswa tingkat akhir (Skripsi/Tesis) dan peneliti yang baru memulai topik baru. Anda hanya mencari literatur melalui pangkalan data ilmiah resmi.

  • Kapan digunakan: Jika Anda hanya mencari artikel di database seperti Scopus, Web of Science, PubMed, atau Google Scholar.
  • Karakteristik Utama: Diagram ini memiliki satu jalur vertikal yang lurus. Tidak ada kotak untuk “penelitian sebelumnya” karena ini adalah riset baru.
  • Kelebihan: Prosesnya lebih cepat dan sangat terukur karena data metadata dari database biasanya sudah rapi dan mudah diolah di software seperti Mendeley atau Zotero.

New Systematic Reviews: Databases, Registers, and Other Sources

New Systematic Reviews: Databases, Registers, and Other Sources

Sumber Gambar: https://www.prisma-statement.org/prisma-2020-flow-diagram

Fokus: Kedalaman dan Minimalisir Bias

Varian ini digunakan jika Anda ingin “menyelam” lebih dalam. Selain mencari di database formal, Anda juga mencari di sumber-sumber non-tradisional untuk memastikan tidak ada data penting yang terlewat.

  • Kapan digunakan: Jika Anda juga melakukan teknik Snowballing (mencari dari daftar pustaka artikel lain), mencari di situs organisasi (seperti WHO atau BPS), atau mencari Grey Literature (tesis/disertasi yang tidak diterbitkan).
  • Karakteristik Utama: Terdapat dua kolom besar di bagian atas (Identifikasi). Kolom kiri untuk database, kolom kanan untuk “Other Methods”.
  • Kelebihan: Sangat disukai oleh jurnal internasional bereputasi tinggi (Q1/Q2) karena menunjukkan bahwa peneliti sangat komprehensif dalam mencari data dan berusaha menghindari publication bias.

Updated Systematic Reviews: Databases and Registers Only

Updated Systematic Reviews: Databases and Registers Only

Sumber Gambar: https://www.prisma-statement.org/prisma-2020-flow-diagram

Fokus: Kesinambungan dan Pembaruan Data

Varian ini digunakan ketika sudah ada SLR mengenai topik tersebut di masa lalu (baik oleh Anda sendiri atau orang lain), dan sekarang Anda ingin memperbaruinya dengan literatur terbaru, namun hanya melalui database formal.

  • Kapan digunakan: Jika Anda melakukan replikasi atau pembaruan atas SLR lama untuk melihat apakah ada temuan baru dalam 2-3 tahun terakhir.
  • Karakteristik Utama: Terdapat kotak khusus di sisi kiri yang bertuliskan “Studies included in previous version of review”. Di bagian akhir, jumlah studi lama akan digabungkan dengan studi baru yang ditemukan.
  • Kelebihan: Memungkinkan pembaca membedakan dengan jelas mana temuan dari riset terdahulu dan mana temuan orisinal dari riset Anda yang sekarang.

Updated Systematic Reviews: Databases, Registers, and Other Sources

Updated Systematic Reviews: Databases, Registers, and Other Sources

Sumber Gambar: https://www.prisma-statement.org/prisma-2020-flow-diagram

Fokus: Standar Tertinggi Penelitian Akademik

Ini adalah varian yang paling kompleks dan paling lengkap. Varian ini menggabungkan konsep “Pembaruan” (Update) dengan “Pencarian Luas” (Other Sources).

  • Kapan digunakan: Biasanya digunakan oleh peneliti profesional atau kandidat Doktor (S3) yang ingin memperbarui riset lama dengan standar pencarian yang sangat luas (termasuk mencari laporan pemerintah, tesis, dan manual searching).
  • Karakteristik Utama: Visualisasinya paling “ramai” karena memiliki kotak studi terdahulu (Previous), jalur database, sekaligus jalur Other Methods.
  • Kelebihan: Memberikan gambaran utuh tentang evolusi sebuah ilmu pengetahuan. Ini adalah bukti bahwa riset Anda adalah versi yang paling mutakhir dan paling lengkap di bidang tersebut.

Bingung Memilih yang Mana?

Menghitung jumlah artikel di setiap kotak diagram PRISMA, mulai dari tahap identifikasi, penghapusan duplikat, hingga alasan eksklusi, membutuhkan ketelitian yang tajam. Salah satu angka tidak sinkron, maka seluruh validitas metodologi Anda dipertanyakan.

Di Bisanugas.com, kami menyediakan jasa profesional untuk:

  1. Konsultasi Pemilihan Varian: Menentukan template mana yang paling sesuai dengan target jurnal atau keinginan pembimbing Anda.
  2. Tracking Data Akurat: Kami menyusun log pencarian yang detail agar angka $n$ di setiap kotak diagram PRISMA Anda dapat dipertanggungjawabkan.
  3. Penyusunan Narasi Formal: Kami tidak hanya memberikan gambar diagram, tapi juga menuliskan narasinya secara mendalam, naratif, dan berkualitas tinggi untuk bab metodologi Anda.
  4. Integrasi VOSviewer: Melengkapi diagram PRISMA Anda dengan visualisasi tren masa depan.

Jangan ambil risiko dengan metodologi yang asal-asalan.

VOSviewer sebagai Visualisasi Data Ilmiah

Banyak peneliti merasa kesulitan untuk menjelaskan hubungan antar ratusan jurnal secara naratif saja. Di sinilah VOSviewer berperan. VOSviewer adalah perangkat lunak gratis yang digunakan untuk membangun dan memvisualisasikan jaringan bibliometrik.

Mengapa Anda Harus Menggunakan VOSviewer?

VOSviewer dapat mengubah ribuan data metadata jurnal menjadi peta visual yang indah dan mudah dipahami. Ini memberikan kesan profesional dan saintifik pada penelitian Anda.

3 Jenis Visualisasi Utama:

Visual VOSviewer

Sumber Gambar: https://www.vosviewer.com/

  1. Network Visualization: Menampilkan item sebagai titik (nodes). Semakin besar titiknya, semakin sering item tersebut muncul. Garis yang menghubungkan antar titik menunjukkan kekuatan hubungan (misal: seberapa sering dua kata kunci muncul bersamaan).
  2. Overlay Visualization: Visualisasi ini menambahkan dimensi waktu. Anda bisa melihat topik mana yang populer di tahun 2018 (biasanya berwarna biru/gelap) dan topik mana yang sedang trending di tahun 2024 (biasanya berwarna kuning/terang).
  3. Density Visualization: Semakin terang warna di suatu area, semakin padat penelitian di topik tersebut. Sebaliknya, area yang gelap menunjukkan Research Gap, peluang besar bagi Anda untuk melakukan penelitian di sana!

Intinya SLR, PRISMA, dan VOSviewer, saling melengkapi dalam sistem penelitian. SLR berperan sebagai metode utama yang menjadi kerangka dalam keseluruhan proses penelitian, dan PRISMA digunakan sebagai alat seleksi untuk menyaring literatur secara sistematis dan transparan sebagai bagian dari SLR. sedangkan VOSviewer sendiri berfungsi sebagai alat analisis dan visualisasi yang membantu memetakan serta memahami pola penelitian secara lebih jelas. Ketika ketiganya digunakan secara bersamaan, penelitian yang dihasilkan akan menjadi lebih sistematis, transparan, kuat secara ilmiah.

Kapan Tidak Cocok Menggunakan SLR?

Penting untuk dipahami bahwa SLR bukan seperti “obat untuk segala penyakit” penelitian. Anda tidak disarankan menggunakan metode ini jika:

  • Tujuan penelitian adalah mengambil data lapangan secara langsung (Primary Data).
  • Anda melakukan Action Research atau Penelitian Tindakan Kelas yang membutuhkan intervensi langsung.
  • Topik yang Anda pilih sangat baru sehingga hampir tidak ada literatur atau jurnal yang membahasnya (minimal dibutuhkan 20-30 jurnal berkualitas untuk SLR yang baik).

Apakah Pembuatan Systematic Literature Review (SLR) itu Sulit?

Secara teori, SLR terlihat mudah. Namun, kenyataannya banyak peneliti menghadapi hambatan seperti:

  • Akses Jurnal Terbatas: Tidak semua orang memiliki akses ke Scopus atau ScienceDirect.
  • Kendala Bahasa: Meringkas jurnal internasional membutuhkan kemampuan bahasa Inggris akademik yang mumpuni.
  • Kesulitan Software: Menggunakan Publish or Perish dan menyinkronkannya dengan VOSviewer membutuhkan keahlian teknis.
  • Waktu: Melakukan screening terhadap ratusan artikel secara manual memakan waktu berminggu-minggu.

Jasa Pembuatan Systematic Literature Review (SLR) dan Analisis VOSviewer – di Bisanugas

Kami menawarkan layanan jasa pembuatan jurnal penelitian dengan Systematic Literature Review (SLR) dan Analisis Bibliometrik VOSviewer.

Mengapa memilih kami?

  1. Pengerjaan Mendalam & Naratif: Kami tidak menggunakan AI generatif mentah. Setiap artikel atau penelitian disusun secara manual dengan gaya bahasa formal, mengalir, dan naratif layaknya tulisan manusia berkualitas tinggi sehingga lolos pengecekan AI detector.
  2. Akses Database Kredibel: Kami membantu mencarikan referensi dari database bereputasi seperti Scopus, WoS, dan Sinta.
  3. Visualisasi Data Modern: Kami menyediakan analisis VOSviewer yang mendalam, mulai dari pemetaan tren hingga identifikasi research gap yang akurat.
  4. Originalitas Terjamin: Setiap hasil pengerjaan dipastikan bebas plagiasi dengan pengecekan Turnitin.
  5. Sampai Tuntas: Kami tidak hanya memberikan hasil, tapi juga membantu Anda memahami isi penelitian tersebut agar siap saat presentasi atau sidang.

Layanan Kami Meliputi:

  • Pembuatan Bab 1 s/d Bab 5 metode SLR.
  • Pencarian literatur dan pembuatan tabel sintesis.
  • Analisis Visualisasi VOSviewer (Network, Overlay, Density).
  • Penulisan artikel jurnal untuk publikasi Sinta atau Scopus.

Jangan biarkan kesulitan teknis menghambat langkah akademik Anda. Fokuslah pada pengembangan ide, dan biarkan kami di Bisanugas.com membantu menyusun landasan literaturnya secara profesional.

Butuh bantuan SLR atau Analisis VOSviewer sekarang?

Kontak jasa: Pembuatan Systematic Literature Review (SLR)

Bagikan artikel :

Facebook
Twitter
LinkedIn

Artikel Lainnya