Bisanugas

Studi literatur: Teknik pembuatan, Contoh dan kelayakan dalam penelitian

metode studi literatur

Daftar Isi

Studi literatur merupakan suatu pendekatan dalam penelitian yang melibatkan survei komprehensif terhadap sumber-sumber literatur yang berkaitan dengan topik penelitian tertentu. Sumber literatur bisa mencakup berbagai jenis publikasi seperti buku, jurnal ilmiah, artikel berita, dan laporan penelitian.

Tujuan utama dari studi literatur adalah untuk memahami latar belakang dan perkembangan topik penelitian, melihat metode apa yang telah digunakan dalam penelitian sebelumnya, serta mengidentifikasi celah atau pertanyaan yang belum terjawab dalam literatur sebelumnya. Ini memberikan konteks dan landasan yang kuat untuk penelitian baru.

literatur review

Keberhasilan penelitian seringkali bergantung pada betapa baiknya peneliti memahami literatur yang sudah ada dan bagaimana peneliti dapat memposisikan penelitian mereka dalam konteks pengetahuan yang ada. Oleh karena itu, studi literatur merupakan langkah penting dalam semua penelitian ilmiah dan akademis.

 

Studi Literatur Menurut Pakar: Dalam & Luar Negeri

Berikut pendapat beberapa pakar di Indonesia tentang studi literatur:

  1. Sugiyono (2018): Menurut Sugiyono, tinjauan pustaka atau literatur adalah suatu paparan tentang teori, hasil penelitian terdahulu, dan kaitannya dengan permasalahan yang sedang diteliti. Tinjauan pustaka mengacu pada studi literatur dan bertujuan untuk memberikan kerangka pikir dalam mengenali permasalahan yang diteliti.
  2. Suharsimi Arikunto (2010): Arikunto mengartikan tinjauan pustaka sebagai penelitian terhadap berbagai sumber pustaka yang berhubungan dengan masalah penelitian. Tinjauan ini membantu peneliti mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang topik penelitian, serta membantu menemukan metode dan teknik penelitian yang relevan.

Berdasarkan kedua pandangan tersebut, studi literatur dapat dilihat sebagai proses sistematis dan struktur untuk mengkaji informasi yang ada pada penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian saat ini.

 

Berikut pendapat beberapa pakar luar negeri tentang studi literatur:

  1. Chris Hart (1998): Studi literatur adalah “penggunaan ide-ide dalam literatur untuk memberikan landasan dan penjelasan tentang bagaimana yang terbaik untuk mencari pemahaman masalah penelitian” (Hart, C., 1998. Doing a Literature Review. London: Sage).

  2. Uma Sekaran dan Roger Bougie (2016): Studi literatur merupakan “kumpulan artikel, buku, dan dokumen-dokumen lain yang melaporkan hasil penelitian sebelumnya mengenai isu yang digeluti oleh peneliti untuk diberikan solusi atau diuji kembali dalam penelitian yang dilakukan peneliti saat ini” (Sekaran, U. & Bougie, R., 2016. Research Methods for Business: A Skill-building Approach, 7th Edition. United Kingdom: John Wiley & Sons).
  3. Fink (2010): Studi literatur didefinisikan sebagai “sebuah analisis sistematis terhadap isi yang terdapat dalam literatur yang relevan pada subjek tertentu dengan tujuan memberikan gambaran yang holistik tentang apa yang diketahui dan apa yang belum diketahui” (Fink, A., 2010. Conducting Research Literature Reviews: From the Internet to Paper, 3rd Edition. California: Sage Publications).

Terlepas dari variasi dalam definisi ini, inti dari studi literatur tetap sama: yaitu melakukan tinjauan menyeluruh tentang penelitian-penelitian sebelumnya dan sumber-sumber teks yang relevan untuk memahami topik tertentu, mengidentifikasi celah penelitian, dan menyediakan landasan teoretis untuk penelitian yang akan dilakukan.

 

Metode Studi Literatur Dalam Penelitian

Metode studi literatur, juga dikenal sebagai penelitian literatur atau literature review, adalah teknik yang digunakan dalam penelitian akademik dan ilmiah untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan informasi yang relevan tentang topik tertentu dari sumber-sumber teks sekunder.

Berikut adalah langkah-langkah utama metode studi literatur :

  1. Identifikasi topik penelitian : Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui bidang atau topik penelitian yang akan kita kelola.

  2. Mencari informasi yang relevan : Informasi dapat dicari dari berbagai sumber seperti buku, artikel, tesis, dan sumber online. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi untuk menunjang penelitian.
  3. Evaluasi sumber : Sumber yang digunakan harus relevan dan valid. Bukan semua informasi dapat digunakan, kita perlu memastikan sumber yang kita gunakan dapat dipercaya dan berkualitas.
  4. Analisis dan pengumpulan data: Mendefinisikan dan mengkategorikan informasi berdasarkan tema dan relevansinya dengan penelitian.
  5. Menyusun dan menyajikan: Setelah analisis selesai, informasi diorganisasi dan disusun secara sistematis. Penyusunan ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan penelitian.
  6. Kesimpulan: Bagian penutup ini biasanya berisi ringkasan dari penelitian literatur, termasuk temuan dan implikasinya terhadap penelitian yang ditinjau.

Penelitian literatur bisa dikatakan sangat penting dikarenakan dengan dilakukannya penelitian literatur, peneliti dapat melihat apa yang sudah pernah diteliti sebelumnya, apa yang sudah diketahui, dan mana yang masih perlu diberi fokus penelitian lebih lanjut.

 

Manfaat Studi Literatur dan Kelayakan Dalam Penelitian

Penelitian literatur atau “literature review” adalah metode penelitian yang valid dan sering digunakan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, diantaranya:

  1. Sintesis Temuan Penelitian: Penelitian literatur memungkinkan peneliti mengumpulkan dan merangkum temuan dari sejumlah penelitian yang berhubungan dengan topik tertentu. Ini memungkinkan peneliti mendapatkan gambaran yang lebih luas dan holistik tentang apa yang telah diteliti sebelumnya terkait topik itu.
  2. Identifikasi Gap Penelitian: Melalui penelitian literatur, peneliti dapat mengidentifikasi celah atau “gap” dalam penelitian yang telah ada. Ini dapat memberi peneliti ide tentang area penelitian baru dan menunjukkan kepada mereka di mana fokus penelitian mendatang seharusnya.
  3. Validitas: Penelitian literatur bisa menjadi valid asalkan dilakukan dengan benar. Penelitian literatur harus sistematis, artinya peneliti perlu mencari, mengevaluasi, dan merangkum literatur yang relevan dengan cara yang terencana dan teratur. Ini membantu meningkatkan validitas penelitian karena memastikan bahwa peneliti menggunakan sumber yang tepercaya dan relevan.
  4. Dukungan untuk Praktik Berbasis Bukti: Dalam beberapa bidang seperti kesehatan dan ilmu sosial, penelitian literatur sangat penting untuk mendukung praktik berbasis bukti. Dengan merangkum temuan dari sejumlah penelitian, penelitian literatur dapat menghasilkan bukti kuat tentang praktik atau intervensi tertentu.

Dengan demikian, metode penelitian literatur bukan saja layak, tetapi sangat berguna dalam membantu peneliti memahami konteks penelitian mereka, menemukan celah dalam penelitian yang ada, dan mendukung temuan mereka dengan bukti yang kuat.

 

Apakah studi literatur metode yang bisa dipublikasikan dalam jurnal? 

Ya, studi literatur bisa diterbitkan menjadi jurnal. Dalam banyak penelitian, studi literatur biasanya dipublikasikan sebagai bagian dari artikel jurnal, seringkali dalam bagian pengantar untuk memberikan konteks terhadap penelitian yang dilaporkan. Namun, studi literatur itu sendiri, yang biasanya dikenal sebagai “literature review” atau “review article,” juga dapat diterbitkan sebagai artikel jurnal.

Artikel review juga memberikan kajian mendalam tentang pengetahuan pada topik penelitian tertentu. Dengan kata lain, peneliti dapat mengumpulkan dan mensintesis temuan dari berbagai penelitian sebelumnya untuk memberikan gambaran yang lebih luas tentang topik tersebut. Ada juga jurnal akademik yang khusus menerbitkan artikel review, misalnya “Annual Review of Psychology,” “Annual Review of Sociology,” dll.

Tentu saja, seperti publikasi penelitian lainnya, persyaratan dan kriteria antara jurnal yang berbeda, dan standar akademik untuk penulisan dan pengecekan harus diikuti.

 

Metode studi literatur, dapat digunakan pada semua bidang penelitian

Metode Studi Literatur cocok digunakan di berbagai bidang dan jurusan studi, karena hampir setiap bidang penelitian memerlukan pemahaman yang kuat tentang pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Berikut adalah beberapa jurusan yang sering menggunakan metode Studi Literatur:

  1. Humaniora: Di bidang ini, termasuk Sastra, Sejarah, Filsafat, dan lainnya, studi literatur sering digunakan untuk membahas dan mengevaluasi perkembangan pemikiran dan tren teori.
  2. Ilmu Sosial: Jurusan seperti Psikologi, Sosiologi, Ilmu Politik, dan lainnya, sering menggunakan studi literatur untuk memberikan konteks dan dasar teoritis untuk penelitian atau hipotesis.
  3. Ilmu Alam dan Teknik: Meskipun penelitian empiris sangat penting di bidang ini, Studi Literatur juga sering dilakukan untuk memahami perkembangan metode penelitian dan temuan yang telah ada, serta membandingkan hasil/himpunan data dari berbagai penelitian. Misalnya, dalam bidang Biologi, Kimia, Fisika, Ilmu Komputer, Teknik, dan lainnya.
  4. Ilmu Kesehatan: Di jurusan seperti Kedokteran, Keperawatan, Farmasi, Psikologi Klinis, dan sebagainya, Studi Literatur digunakan untuk meninjau temuan dan data klinik yang ada, utamanya dalam studi kelayakan atau reviu sistematis.
  5. Ilmu Manajemen dan Bisnis: Jurusan seperti Manajemen, Akuntansi, Pemasaran, Keuangan, dan lainnya, sering melakukan studi literatur untuk memahami perkembangan teori dan praktek manajemen serta membandingkan metode penyelidikan dan hasil yang berbeda.
  6. Pendidikan: Di bidang Pendidikan, studi literatur dilakukan untuk memahami metode pengajaran yang efektif, kebijakan pendidikan, dan tren dalam pendidikan.
  7. Ilmu Lingkungan dan Pertanian: Jurusan seperti Ilmu Lingkungan, Pertanian, Kehutanan, dan lainnya, menggunakan studi literatur untuk meninjau penelitian yang ada dan mencari celah penelitian di dalamnya.

Lebih jauh, setiap jurusan yang melibatkan penelitian dan penulisan skripsi, tesis, atau disertasi akan memerlukan studi literatur sebagai komponen penting dari proses penelitian.

 

Teknik Pengumpulan Data Studi Literatur

Berikut adalah beberapa teknik pengumpulan data yang biasanya digunakan pada studi literatur:

  1. Identifikasi sumber yang relevan: Proses ini melibatkan mencari literatur yang relevan dengan topik penelitian menggunakan berbagai sumber penelitian seperti pusat data online dan perpustakaan fisik.
  2. Baca dan Catat: Setelah menemukan sumber yang relevan, Anda akan mulai membaca dan mencatat informasi penting dan temuan yang berkaitan dengan topik penelitian Anda.
  3. Kategorisasi dan pengelompokan data: Kemudian, informasi yang dicatat dapat dikelompokkan dan dikategorikan berdasarkan berbagai aspek seperti tema, metodologi, atau temuan. Ini membantu Anda dalam mengevaluasi dan menganalisis informasi yang telah Anda kumpulkan.
  4. Penilaian Kualitas Sumber: Anda juga perlu mengevaluasi kualitas sumber literatur yang Anda gunakan. Apakah publikasinya dapat dipercaya? Apakah penulisnya memiliki reputasi yang baik dalam bidang tersebut? Apakah metode penelitian yang digunakan dalam penelitian tersebut valid dan dapat dipertanggungjawabkan?
  5. Analisis dan Penyimpulan: Setelah mengumpulkan dan mengkategorikan data, saatnya untuk menganalisis informasi ini. Anda akan mencari tren, pola, dan celah dalam penelitian yang ada, serta cara hasil-hasil ini dapat mendukung atau menyangkal hipotesis atau pertanyaan penelitian Anda.

 

Cara Membuat Studi Literatur Dalam Penelitian

1. Tentukan Topik Penelitian dan Tujuan

Mulailah dengan menentukan topik penelitian Anda dan tujuan dari studi literatur. Pertimbangkan pertanyaan penelitian yang ingin Anda jawab atau masalah yang ingin Anda teliti. Ini akan membantu Anda fokus pada literatur yang relevan.

2. Menyusun Daftar Kata Kunci

Membuat daftar kata kunci yang akan digunakan untuk mencari literatur. Kata kunci ini harus mencerminkan topik utama penelitian Anda. Anda akan menggunakannya untuk mencari literatur terkait dalam basis data dan repositori penelitian.

3. Melakukan Pencarian

Anda dapat menggunakan berbagai sumber untuk mencari literatur yang relevan, seperti:

  • Basis data ilmiah (misalnya, Web of Science, Scopus, atau ProQuest)
  • Repositori institusi dan organisasi
  • Sumber daring dan unduhan gratis
  • Perpustakaan universitas atau lokal

Lakukan pencarian secara sistematis dengan memadukan kata kunci yang telah Anda susun. Dianjurkan untuk menggunakan manajer referensi atau alat mengelola sumber daya untuk menyimpan dan mengorganisasi referensi yang telah Anda temukan.

4. Menyeleksi Bahan-Bahan Relevan

Setelah mengkumpulkan sejumlah besar literatur, selanjutnya Anda perlu mengevaluasi kelayakan dan relevansi sumber yang ditemukan untuk dianalisis lebih lanjut. Pertimbangkan kriteria seperti:

  • Kualitas dan keandalan sumber (penulis, lembaga dan jurnal tempat diterbitkan)
  • Keterkaitan dengan topik penelitian Anda
  • Tahun publikasi (literatur yang lebih baru mungkin lebih relevan dalam beberapa kasus)

5. Membaca dan Mengambil Catatan

Setelah menyaring hasil pencarian, baca sumber yang relevan dengan cermat. Dalam proses membaca, buat catatan tentang temuan utama, metodologi, teori, dan aspek penting lainnya.

6. Analisis dan Sintesis

Sekarang saatnya untuk menganalisis dan mensintesis informasi yang telah Anda kumpulkan. Pertimbangkan hubungan antara penelitian yang berbeda, temukan persamaan dan perbedaan. Identifikasi gap dalam penelitian saat ini yang dapat diisi oleh penelitian Anda.

7. Menyusun Studi Literatur

Urutkan studi literatur Anda sesuai dengan tema atau topik yang telah Anda identifikasi. Tulis pengantar yang menjelaskan tujuan dan struktur studi literatur. Buat sub-bagian yang mencakup hasil analisis dan sintesis Anda. Jangan lupa untuk menyertakan kesimpulan yang merangkum temuan penting dan relevansi mereka untuk penelitian Anda.

8. Mengutip Sumber

Pastikan untuk mengutip semua sumber yang Anda gunakan sesuai dengan gaya sitasi yang disyaratkan (misalnya, APA, MLA, atau Chicago). Mengutip sumber dengan benar penting untuk menjaga integritas akademik dan menghindari plagiarisme.

Terakhir, bagi studi literatur Anda menjadi beberapa bab atau bagian, bila diperlukan, dan sisihkan waktu untuk merevisi dan menyunting naskah agar memastikan kualitas tulisan dan akurasi sumber sebelum diajukan untuk diterbitkan atau digunakan dalam penelitian lebih lanjut.


Contoh penerapan studi literatur pada bidang ilmu manajemen

Studi Literatur: Kajian Manajemen Kepemimpinan

Pendahuluan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai teori dan model kepemimpinan yang telah ada, serta menerapkannya dalam konteks perusahaan dan organisasi masa kini. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap efektivitas pemimpin dan implikasinya terhadap manajemen organisasi.

Rangkuman Studi Sebelumnya

Banyak penelitian telah dilakukan seputar konsep kepemimpinan, membawa berbagai pemahaman dan definisi tentang apa itu kepemimpinan. Menurut Stogdill (1974), kepemimpinan melibatkan proses mempengaruhi aktivitas kelompok sejalan dengan pencapaian tujuan (dikutip dari Northouse, 2013). Sementara itu, Kouzes dan Posner (2012) mengemukakan bahwa pemimpin adalah individu yang meyakinkan orang lain untuk menghadapi berbagai tantangan dan mencapai perubahan.

Studi mengenai gaya kepemimpinan juga banyak ditemui. Studi klasik Lewin, Lippit, dan White (1939) mengidentifikasi tiga gaya kepemimpinan, yaitu otoriter, demokratis, dan laissez-faire. Studi lain menekankan pengaruh kepemimpinan transaksional dan transformasional pada perusahaan (Bass & Riggio, 2006).

Antara lain, penelitian Burns (1978) mencetak pentingnya pemimpin transformasional, yang dapat mendorong perubahan dan inovasi dalam organisasi. Di sisi lain, studi oleh Bass dan Avolio (1994) menunjukkan bahwa pemimpin transaksional, dengan fokus pada penghargaan dan hukuman, juga memiliki tempatnya dalam organisasi.

Gap Penelitian

Meski banyak penelitian tentang konsep dan teori kepemimpinan, masih terdapat celah, khususnya terkait aplikasi teori ini dalam konteks industri dan organisasi spesifik. Selain itu, penelitian tentang bagaimana mengintegrasikan berbagai gaya kepemimpinan dalam satu situasi manajemen tertentu juga masih kurang.

Kesimpulan

Penelitian ini memberikan ikhtisar tentang teori-teori kepemimpinan yang ada dan aplikasinya dalam setting organisasi. Faktor-faktor seperti konteks organisasi, tuntutan industri, dan peran kepemimpinan dalam mempengaruhi dinamika kerja menjadi titik penting dalam penelitian ini.

Mengingat berbagai celah penelitian yang ada di bidang ini, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami bagaimana berbagai teori dan model kepemimpinan ini dapat diterapkan dan diintegrasikan dalam berbagai konteks organisasi dan industri.

Daftar Pustaka

(Ini adalah bagian di mana Anda mencantumkan semua sumber referensi yang Anda gunakan dalam penulisan studi literatur Anda.)


Sumber-sumber:

  • Bass, B. M., & Riggio, R. E. (2006). Transformational leadership (2nd ed.).
  • Bass, B. M., & Avolio, B. J. (Eds.). (1994). Improving organizational effectiveness through transformational leadership.
  • Burns, J. M. (1978). Leadership. Harper & Row.
  • Kouzes, J. M., & Posner, B. Z. (2012). Leadership challenge: How to make extraordinary things happen in organizations.
  • Lewin, K., Lippit, R., & White, R. K. (1939). Patterns of aggressive behavior in experimentally created social climates.
  • Northouse, P. G. (2013). Leadership: Theory and Practice (6th ed., p. 5). SAGE Publications.

 


jasa pembuatan jurnal studi literatur

Bagikan artikel :

Facebook
Twitter
LinkedIn

Artikel Lainnya

jasa pembuatan dan publikasi jurnal

bisanugas@gmail.com