Bisanugas

Cara Mengutip dan Paraphrase, Untuk menurunkan Skor Turnitin

Perbedaan Mengutip dan Paraphrase

Daftar Isi

Hai, teman-teman semua! Pernah dengar aplikasi bernama Turnitin? Jika kalian seorang pelajar, dosen, atau peneliti, kemungkinan besar kalian familiar dengan Turnitin, aplikasi kebanggaan yang bisa mendeteksi tingkat kesamaan hasil tulisan dengan sekian ribu tulisan yang ada dalam basis data Turnitin. Kegunaannya luar biasa, terutama dalam menjaga integritas akademik serta mencegah plagiarisme.

Turnitin itu keras kepala, loh. Dia selalu mencari persamaan di mana-mana. Jadi, kita harus tahu cara menghadapinya dengan bijak. Kalian pernah diberi saran untuk mengutip atau paraphrase jika ingin skor Turnitin lebih rendah? Nah, pada kesempatan ini, kita akan membahas dan memahami lebih dalam tentang gimana nih cara mengutip dan paraphrase yang baik dan benar dalam tinjauan Turnitin.

 

jasa memparafrase teks

 

Apa Itu Mengutip?

Mengutip atau kutipan… Hmm, apa sih itu? Kalau kalian sering baca-baca jurnal atau artikel, pasti udah familiar sama yang namanya kutipan. Kutipan itu adalah cara kita ‘menyontek’ tulisan orang lain, tapi dengan izin dan tanpa dimarahi Turnitin. Kok bisa? Oke, mari kita kupas lebih dalam mengenai hal ini.

Mengutip adalah teknik menyalin kata-kata atau kalimat dari sumber asli dan memasukkannya ke dalam tulisan kita sendiri, tentunya dengan mencantumkan sumbernya. Praktiknya tak sembarangan, loh. Kita harus memasukkan kalimat atau pernyataan orang lain tepat seperti adanya dan memberi tanda kutip agar orang tahu, “Hei, ini bukan ide si penulis, lho!”

Gimana dengan Turnitin? Aplikasi galak ini benar-benar tahu dan bisa mendeteksi kalimat-kalimat yang dikutip dari sumber lain. Tapi, sepanjang kita memasukkannya dengan benar dan memberi tanda kutip, Turnitin bisa maklum dan tidak akan menyebabkan skor kita melambung tinggi. Ingat, yang Turnitin cari adalah kejujuran akademik, bukan sekedar kesamaan kata-kata!

Jadi, meski Turnitin menemukan kesamaan dalam kutipan kita, selama kita sudah mencantumkan sumber dan menggunakan tanda kutip dengan baik, ia tak akan menambah skor kita. Turnitin ini cerdas, tahu mana yang kutipan dan mana yang plagiarisme lho, jadi pastikan kita juga cerdas dalam menulis ya!

 

Apa Itu Paraphrase?

Hadir kembali, para penulis muda yang penuh semangat! Kita udah ngomongin soal ‘mengutip’, sekarang saatnya kita pindah ke ‘paraphrase’. Apa sih ‘paraphrase’ itu? Ada yang bisa menebak? Jangan khawatir, kita akan membahasnya bersama-sama di bagian ini.

Paraphrase adalah seni mendaur ulang kata-kata tanpa mengubah makna aslinya. Dalam konteks penulisan, paraphrase berarti kita mengambil ide atau fakta dari sumber lain dan mengubah kata-katanya agar menjadi ‘kita’, tapi masih tetap setia pada pesan aslinya. Kuncinya ada pada mengubah atau memutar kata-kata tetapi tetap menjaga inti makna yang sama. Menantang, ‘kan?

Jadi kalau kita berpikir bahwa kalian hanya perlu mengganti beberapa kata dengan sinonim dan voila, kalian sukses paraphrase, hmm… mungkin kita harus pikir ulang. Risikonya adalah kalau kita lakukan itu, bisa jadi Turnitin akan menganggap itu sebagai plagiarisme. Kunci dari paraphrase yang baik adalah membaca, memahami, lalu menuangkan dengan gaya bahasa kita sendiri.

Nah, lantas bagaimana dengan Turnitin? Aplikasi super ini bisa mendeteksi jika kita hanya sekedar mengganti kata-kata dengan sinonimnya. Jadi kita butuh lebih dari itu untuk ‘mengecoh’ Turnitin.

Kita perlu benar-benar memahami konsep ide yang ingin kita paraphrase, lalu menuliskannya dengan pemahaman dan gaya bahasa kita sendiri. Kalau kita melakukannya dengan baik, maka Turnitin pun akan setuju dan tidak menambah skor kesamaan kita.

Ingat, tujuan kita bukanlah ‘menipu’ Turnitin, tapi menjaga integritas akademik kita. Dengan paraphrase, kita bisa menghindari plagiarisme dan tetap memaparkan ide dan fakta yang relevan dengan suara kita sendiri.

 

Perbandingan antara Mengutip dan Paraphrase

Okay, pembahasan kita semakin seru nih, gaes! Kita udah tahu apa itu ‘mengutip’ dan ‘paraphrase’. Lalu, apa bedanya keduanya? Kapan kita harus mengutip dan kapan kita paraphrase? Yuk, kita coba cari tahu!

Mengutip dan paraphrase sebetulnya sama-sama bertujuan untuk menghargai hak cipta dan menghindari plagiarisme. Namun, cara pakai dan fungsinya dalam tulisan itu berbeda, lho.

Mengutip, kalau dalam bahasa santai, kayanya mirip kita ‘nyontek’ tulisan orang lain, tapi dengan cara yang benar dan etis. Kita menyalin kata-kata atau kalimat secara persis dari sumber asli dan mencantumkan asal-usulnya. Kutipan sangat berguna saat kita ingin memasukkan pendapat atau ide spesifik yang sulit kita paraphrase atau ubah.

Paraphrase, di sisi lain, adalah kita mengambil ide atau informasi dari sumber lain, lalu menuangkannya dengan kalimat dan gaya kita sendiri. Paraphrase sangat berguna saat kita ingin memasukkan banyak detail atau informasi dari sumber lain tanpa harus menyumbat tulisan kita dengan kutipan-kutipan panjang.

Dari segi Turnitin, keduanya juga berbeda cara penanganannya. Kalau kita tekun dan teliti dalam memberi tanda kutip pada kutipan dan memberi atribusi yang layak pada penulis asli, Turnitin akan maklum. Namun, untuk paraphrase, kita harus lebih hati-hati. Kita tidak cukup dengan sekedar mengganti kata-kata. Kita perlu menulis ulang konsep atau ide dengan cara yang benar-benar baru dan unik.

Jadi, kapan kita harus menggunakan keduanya? Sebetulnya kembali lagi pada kebutuhan tulisan kita. Kita menggunakan kutipan saat kita merasa penting untuk menyampaikan gagasan asli seseorang dengan kata-kata yang sama. Sementara paraphrase kita gunakan saat kita ingin menjelaskan atau merangkum konsep panjang atau kompleks dengan gaya bahasa kita sendiri.

 

Teknik Mengutip dan Paraphrase Yang Benar

Menghadapi Turnitin bisa jadi tantangan tersendiri, terutama kalau kita tidak memahami bagaimana cara kerjanya. Tapi tenang saja, kali ini kita akan membahas bagaimana cara mengutip dan paraphrase dengan efektif agar Turnitin bisa maklum dengan tulisan kita. Yuk, mari kita mulai!

 

Teknik Pengutipan Supaya Dimaklumi Turnitin

  1. Lakukan kutipan secara tepat: Saat melakukan kutipan, kita harus menyalin tepat seperti adanya dari sumber aslinya dan memberikan tanda kutip di awal dan akhir kutipan. Misalnya: “Plagiarisme adalah pencurian ide atau tulisan orang lain dan menyatakannya sebagai milik sendiri” (Sumber A, 2020).

     

  2. Berikan atribusi yang jelas: Jangan lupa untuk mencantumkan penulis dan tahun publikasi di akhir kutipan. Untuk format penulisan atribusi, kita bisa merujuk ke gaya sitasi yang dipakai, misalnya APA, MLA, atau Chicago.

     

  3. Jangan berlebihan: Menggunakan kutipan memang bisa menurunkan skor kesamaan di Turnitin, tapi jangan sampai kita menggunakan terlalu banyak kutipan hingga tulisan kita kehilangan suara aslinya. Ingat, tulisan kita seharusnya didominasi oleh suara dan pemikiran kita sendiri, bukan kutipan orang lain.

 

Teknik Paraphrase Supaya Turnitin Bisa Luluh

  1. Pahami ide sebelum paraphrase: Sebelum melakukan paraphrase, penting bagi kita untuk memahami benar-benar ide atau informasi yang ingin kita ganti dengan kata kita sendiri. Jangan hanya mengganti-ganti kata dengan sinonim karena Turnitin bisa mendeteksi hal ini.

     

  2. Ubah struktur kalimat: Selain mengganti kata, kita juga perlu mengubah struktur kalimat dan bahasa dalam paraphrase. Misalnya, kalau kalimat asli adalah pasif, coba ubah menjadi aktif, atau sebaliknya.

     

  3. Cek ulang paraphrase kita: Setelah melakukan paraphrase, cek lagi dan pastikan bahwa hasil paraphrase kita memang benar-benar baru dan berbeda dari sumber aslinya, tetapi masih mempertahankan makna dan nuansa yang sama. Kalau perlu, kita bisa meminta bantuan teman atau software grammar untuk memeriksa paraphrase kita.

 

Jadi, itulah beberapa tips dan trik mengutip dan paraphrase dengan efektif di Turnitin. Ingat, penting bagi kita untuk selalu berjuang untuk integritas akademik dan menjaga kejujuran dalam setiap tulisan kita. Jangan biarkan rasa takut akan Turnitin menghalangi kita menjadi penulis yang jujur dan bertanggung jawab.

 

” Lihat juga layanan bantuan parafrase kami, dengan biaya terjangkau: Jasa Parafrase Murah

 

jasa parafrase dan turnitin

 

Kesimpulan

Turnitin merupakan sistem deteksi plagiarisme yang berguna untuk memastikan integritas akademik. Untuk menghindari plagiarisme, kita perlu mengutip dan paraphrase dengan tepat dalam pekerjaan kita. Mengutip melibatkan penggunaan kata-kata sumber asli dengan atribusi yang benar, sementara paraphrase membutuhkan kita untuk memahami ide atau informasi dan mengekspresikannya dengan gaya bahasa kita sendiri. Dengan berkomitmen pada kejujuran dan integritas, kita dapat sukses secara akademik dan profesional dan menghadapi Turnitin dengan percaya diri.

 


 

Frequently Asked Questions (FAQs)

  1. Q: Bagaimana cara kerja Turnitin?
    A: Turnitin bekerja dengan memindai dokumen yang diunggah terhadap database yang luas yang mencakup jurnal akademik, situs web, buku dan karya siswa lainnya. Turnitin kemudian menunjukkan seberapa banyak konten dalam dokumen tersebut yang serupa dengan materi lain dalam database mereka.

  2. Q: Apa yang dimaksud dengan plagiarisme?
    A: Plagiarisme adalah suatu tindakan penyalahgunaan karya atau ide orang lain dan menyatakannya sebagai milik sendiri. Plagiarisme dapat terjadi baik dalam skala besar (seperti mengambil pekerjaan orang lain secara keseluruhan dan menyatakannya sebagai pekerjaan sendiri) atau dalam skala kecil (seperti tidak memberikan kredit kepada seseorang untuk sebuah ide atau kutipan).

  3. Q: Bagaimana cara mengutip
    sumber dengan benar?

    A: Saat mengutip, anda perlu menyalin kata-kata atau frase secara persis seperti adanya dari sumber asli dan memberikan tanda kutip. Anda juga perlu mencantumkan penulis dan tahun publikasi, biasanya di akhir kutipan. Anda harus merujuk ke gaya sitasi yang spesifik (seperti MLA, APA, Chicago, dll.) untuk mengetahui format yang tepat.

  4. Q: Apa yang dimaksud dengan paraphrase?
    A: Paraphrase adalah proses menulis ulang ide atau informasi dari sumber lain dengan menggunakan kata-kata dan struktur kalimat sendiri. Tujuan dari paraphrase adalah untuk mengekspresikan informasi atau ide yang sama dengan kata-kata anda sendiri, tanpa merubah arti aslinya.

  5. Q: Bagaimana cara melakukan paraphrase yang baik?
    A: Untuk melakukan paraphrase yang baik, anda pertama-tama harus memahami sepenuhnya ide atau informasi yang ingin anda tulis ulang. Selanjutnya, tunjukkan ide tersebut dengan struktur kalimat dan kata-kata anda sendiri, serta memastikan bahwa anda telah berhasil mengekspresikan konsep dalam cara yang baru dan unik, namun tidak merubah maknanya.

  6. Q: Apakah Turnitin bisa mendeteksi jika saya hanya mengganti kata dengan sinonim ketika saya mencoba melakukan paraphrase?
    A: Ya, Turnitin sangat canggih dan bisa merasakan jika anda hanya mengganti kata-kata dengan sinonim. Lebih baik memahami konsep dan mengekspresikan ulang dengan cara yang sepenuhnya baru dan unik, sambil tetap mempertahankan arti asli.

Bagikan artikel :

Facebook
Twitter
LinkedIn

Artikel Lainnya

jasa pembuatan dan publikasi jurnal

bisanugas@gmail.com