Bisanugas

Panduan Lengkap Coding untuk Wawancara Kualitatif: Teknik dan Contohnya

Coding untuk Wawancara Kualitatif Teknik dan Contohnya

Daftar Isi

Coding untuk Wawancara Kualitatif. Di era digital dan informasi saat ini, seluruh aspek penelitian telah ditingkatkan, termasuk melakukan wawancara kualitatif. ‘Coding’ telah menjadi kata kunci yang dipergunakan dalam metodologi penelitian kualitatif, yang memainkan peran penting dalam menginterpretasikan dan memberikan arti pada data yang dikumpulkan.

Ini adalah elemen krusial dalam proses penelitian, dan memahami bagaimana melakukannya dengan benar dan efisien akan sangat memberikan dampak pada kualitas penelitian Anda.

coding wawancara

Artikel ini dirancang untuk memberikan wawasan mendalam mengenai ‘coding’ dalam konteks wawancara kualitatif. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan Anda pada teknik-teknik coding, memberikan strategi-strategi yang bermanfaat, dan menunjukkan bagaimana coding dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan dan merancang penelitian kualitatif. Kami akan membahas tentang apa itu coding, bagaimana prosesnya, serta bagaimana aplikasinya dalam penelitian Anda.

Kami menyadari bahwa bisa sangat menantang untuk memulai dengan coding, khususnya jika Anda baru dalam penelitian kualitatif. Oleh karena itu, kami berusaha membuat artikel ini sejelas dan semenarik mungkin, dalam upaya untuk membuat proses belajar Anda lebih mudah.

Maka dari itu, apakah Anda seorang peneliti pemula yang sedang mencari pengantar coding, seorang peneliti berpengalaman yang sedang mencari peluang untuk menyegarkan pengetahuan dan keterampilan Anda, atau seseorang yang hanya penasaran tentang apa itu coding, artikel ini ditujukan untuk Anda. Selamat membaca dan kami harap Anda menemukan informasi ini bermanfaat dan menginspirasi.

 

Lihat juga layanan kami: Jasa Transkrip Verbatim

 

Dasar-dasar Coding untuk Wawancara Kualitatif

Pengertian Coding dalam Konteks Penelitian Kualitatif

Dalam penelitian kualitatif, ‘coding’ adalah proses di mana kita mengubah data yang ditemukan dalam wawancara menjadi kategori atau tema yang bisa diinterpretasikan dan dianalisis. Data yang dikumpulkan dari wawancara biasanya berupa transkrip percakapan, catatan, atau rekaman audio/video, yang kemudian dipilah dalam bentuk kode atau label berdasarkan hal-hal yang disebutkan, ide, konsep, atau pola yang muncul.

 

Jenis-jenis Coding yang Umum Digunakan

Ada beberapa jenis coding yang biasa digunakan dalam penelitian kualitatif, antara lain:

  • Open coding: Proses pemecahan data yang dikumpulkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk dianalisis.
  • Axial coding: Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antar kode yang telah dibuat.
  • Selective coding: Proses menyusun kembali kode-kode yang telah diidentifikasi dan dipilah menjadi tema atau kategori.

 

Proses Coding dalam Penelitian Kualitatif

Langkah pertama dalam proses coding adalah menganalisis data yang telah dikumpulkan dari wawancara. Peneliti harus membaca dan meresap dalam data tersebut, mencatat ide atau gagasan yang muncul selama proses ini.

Langkah berikutnya adalah membuat daftar kode berdasarkan ide atau gagasan yang telah dicatat. Kode ini harus jelas dan deskriptif, dan itu harus secara langsung merujuk ke tema atau konsep yang terkandung dalam data.

Setelah kode telah dibuat, peneliti kemudian mengelompokkan kode-kode tersebut menjadi tema atau kategori yang lebih besar. Tema ini harus mencerminkan tujuan dan objektif dari penelitian.

Mengorganisir kode dan tema ini menjadi suatu struktur yang logis dan sistematis adalah langkah terakhir dalam proses coding. Ini termasuk memutuskan urutan tema, menentukan subtema atau kode yang terkandung dalam setiap tema, dan memastikan bahwa seluruh kode dan tema saling terhubung dalam cara yang masuk akal dan bermakna.

Coding adalah proses yang iteratif dan membutuhkan refleksi dan revisi yang jujur dan kritis. Meskipun bisa menjadi proses yang panjang dan kompleks, coding yang efektif dan cermat pasti akan berbuah hasil yang penuh makna dan berwawasan.

 

Teknik dan Strategi Coding

Langkah-langkah dalam Coding Data Wawancara Kualitatif

Berikut ini adalah langkah-langkah umum dalam coding data wawancara kualitatif:

  1. Membaca secara keseluruhan: Awali dengan membaca transkrip wawancara secara keseluruhan untuk mendapatkan gambaran umum.

  2. Pembuatan kode awal: Mulailah membuat kode awal berdasarkan ide, tema, atau pola yang terlihat. Gunakan kata atau frasa pendek yang ringkas dan deskriptif.

  3. Pembuatan kode lanjutan: Review kode-kode awal dan mulai membuat kode yang lebih spesifik berdasarkan pola-pola yang terlihat.

  4. Kategorisasi kode: Setelah cukup banyak kode terbentuk, mulailah mengelompokkannya ke dalam kategori yang lebih besar atau tema.

  5. Review dan revisi: Lakukan review dan revisi kode dan kategori untuk memastikan mereka menggambarkan data dengan akurat dan konsisten.

 

Menggunakan Kode untuk Menggali Tema dan Pola

Setelah kode dibuat, mereka bisa digunakan untuk mengidentifikasi tema dan pola dalam data wawancara. Keunggulan dari teknik ini adalah kemampuannya untuk menggali makna yang lebih dalam dari data dan menciptakan pemahaman yang lebih kaya dan berlapis tentang fenomena yang sedang diteliti.

 

Menilai Kode dan me-refine Kode yang Ada

Bagian penting dari coding adalah menilai kualitas kode yang ada dan me-refine mereka jika perlu. Setiap kode harus jelas dan tepat membantu dalam memberikan temuan penelitian yang berarti. Jika kode terlihat kabur, tidak konsisten, atau tidak membantu dalam analisis data, maka mereka perlu direvisi.

 

Tips dan Trik untuk Coding Wawancara Kualitatif

Berikut ini adalah beberapa tips dan trik yang dirancang untuk membantu dalam proses coding:

 

Mulai dengan Kode yang Deskriptif

Sebagai awalan, gunakan kode yang deskriptif, merujuk langsung ke konten data. Jangan khawatir untuk memulai dengan kode yang sederhana atau “sangat literal”.

 

Gunakan Software Kualitatif Jika Memungkinkan

Software kualitatif, seperti NVivo atau ATLAS.ti, dapat membantu mempercepat dan menyederhanakan proses coding dan analisis data. Terlebih jika Anda menganalisis data dalam jumlah besar.

 

Jadilah Fleksibel

Rubah atau lengkapi kode sepanjang penelitian jika diperlukan. Proses coding adalah iteratif dan membutuhkan fleksibilitas.

 

Tetap Konsisten

Pastikan Anda tetap konsisten dalam penentuan kode. Misalnya, jika Anda membuat sebuah kode untuk merujuk pada “rasa takut akan penolakan”, gunakan kode yang sama setiap kali topik tersebut muncul dalam data.

 

Gunakan Diagram atau Peta Konseptual

Perangkat ini dapat membantu Anda memvisualisasikan hubungan antar kode dan tema, dan menjadi alat yang berharga untuk memahami pola dan dinamika dalam data.

 

Melakukan Triangulasi

Untuk memperkuat interpretasi Anda, lakukan triangulasi atau perbandingan data dari sumber yang berbeda, seperti wawancara dengan responden yang berbeda, atau wawancara dan observasi pada setting yang sama.

 

Istirahat dan Refresh

Jangan lupa untuk mengambil istirahat dan menjaga diri Anda tetap segar saat melakukan coding yang intensif. Memproses dan memahami data kualitatif dapat membutuhkan banyak energi mental, dan penting untuk menjaga kesejahteraan dan keseimbangan Anda sendiri.

 

Melakukan Diskusi dan Kolaborasi

Diskusikan temuan Anda dengan rekan peneliti atau mentor Anda, jika memungkinkan. Mereka dapat memberikan perspektif baru dan mengkritik temuan Anda secara konstruktif. Selain itu, kerja sama dalam proses coding dapat membantu meningkatkan keandalan interpretasi.

 

Contoh Kasus Coding Wawancara Kualitatif

Misalkan Anda melakukan penelitian tentang pengalaman kerja di rumah (work-from-home/ WFH) selama pandemi COVID-19. Anda mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan 20 responden yang berbeda, dan sekarang Anda perlu menganalisis transkrip wawancara tersebut. Berikut ini adalah contoh bagaimana proses coding mungkin dijalankan:

 

  1. Setelah membaca transkrip wawancara secara menyeluruh, Anda mungkin menemukan topik atau tema yang berulang kali muncul dalam percakapan, seperti “gangguan dari anggota keluarga”, “keluhan tentang koneksi internet”, atau “manfaat fleksibilitas jam kerja”.
  2. Anda kemudian membuat kode awal berdasarkan tema ini. Misalnya, “Gangguan_Keluarga”, “Masalah_Internet”, dan “Fleksibilitas_JamKerja”.
  3. Selama proses pembuatan kode ini, Anda juga mungkin menemukan ide atau pola yang lebih rumit, seperti bagaimana beberapa responden mengekspresikan perasaan mereka sendiri tentang WFH. Anda bisa membuat kode seperti “Sulit_MemisahkanKerjaRumah” atau “Meningkatnya_KesejahteraanMental”.
  4. Setelah kode awal dibuat, Anda mengelompokkannya ke dalam kategori atau tema yang lebih besar. Misalnya, kode “Gangguan_Keluarga”, “Masalah_Internet”, dan “Sulit_MemisahkanKerjaRumah” bisa dikelompokkan di bawah tema “Tantangan_WFH”. Sementara “Fleksibilitas_JamKerja” dan “Meningkatnya_KesejahteraanMental” bisa dikelompokkan dalam tema “Keuntungan_WFH”.
  5. Setelah semua data dikodekan, Anda akan melihat pola dan relasi antara kode dan tema. Anda mungkin menemukan bahwa responden yang memiliki “Fleksibilitas_JamKerja” jarang melaporkan “Gangguan_Keluarga” sebagai masalah, misalnya. Temuan ini lalu dapat dijadikan dasar untuk menginterpretasi dan menganalisis data lebih lanjut.

 

Studi kasus lebih detail, berikut adalah contoh sederhana bagaimana coding dapat dilakukan dalam wawancara kualitatif. Untuk ilustrasi, misalkan Anda mewawancarai seseorang tentang pengalaman mereka menggunakan transportasi umum di kota mereka.

Transkrip:
“Saya biasanya naik bus ke tempat kerja. Busnya selalu tepat waktu dan biasanya tidak terlalu penuh, jadi saya bisa mendapatkan tempat duduk. Namun, kadang-kadang busnya terlambat dan saya harus menunggu lebih lama di halte. Saya juga khawatir tentang peningkatan kasus Covid-19, dan saya merasa risiko ketika naik bus, meskipun saya selalu memakai masker.”

Bagaimana mengekstraksi informasi ini menjadi kode?

  1. Kode: Bus, Keandalan, Ketepatan waktu, Keramaian, Peningkatan kasus Covid-19, Risiko kesehatan, Menggunakan masker.

Kemudian kita bisa mengelompokkan kode-kode ini menjadi kategori atau tema yang lebih besar:

  1. Tema (Transportasi): Bus.
  2. Tema (Keandalan): Ketepatan waktu, Keandalan.
  3. Tema (Keramaian): Keramaian
  4. Tema (Kesehatan dan Keselamatan): Peningkatan kasus Covid-19, Risiko kesehatan, Menggunakan masker.

Proses coding dan tematik di atas adalah bagaimana Anda memerinci informasi dari wawancara dan mengorganisasikannya ke dalam temuan yang dapat ditafsirkan. Ini membantu Anda menemukan tren dan pola umum dalam data Anda, yang merupakan titik awal analisis kualitatif Anda.

 

Kesimpulan

Proses coding dalam analisis data wawancara kualitatif merupakan langkah penting untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menganalisis tema serta pola dari data. Berikut adalah poin-poin penting yang telah dibahas:

  1. Langkah-langkah dalam coding data wawancara kualitatif meliputi membaca secara keseluruhan, pembuatan kode awal, pembuatan kode lanjutan, kategorisasi kode, dan review serta revisi.
  2. Manfaat dari teknik coding adalah kemampuannya untuk menggali makna yang lebih dalam dari data, menciptakan pemahaman yang lebih kaya dan berlapis tentang fenomena yang sedang diteliti.
  3. Kode dan tema yang ada perlu dinilai serta diperbaiki jika perlu, dan konsistensi harus dijaga dalam proses coding.
  4. Beberapa tips dan trik yang dapat membantu dalam coding meliputi mulai dengan kode deskriptif, menggunakan software kualitatif, fleksibilitas, konsistensi, menggunakan diagram atau peta konseptual, triangulasi, menjaga keseimbangan, serta diskusi dan kolaborasi.
  5. Contoh kasus coding dalam penelitian tentang pengalaman WFH menunjukkan bagaimana kode awal ditemukan dan dikembangkan menjadi tema yang lebih luas, yang kemudian digunakan untuk menginterpretasi dan menganalisis data.

Dengan mengikuti langkah-langkah Coding untuk Wawancara Kualitatif dan mempraktikkan tips dan trik yang disarankan, Anda akan dapat menganalisis data wawancara kualitatif dengan lebih efektif, menghasilkan temuan yang bermakna dan mendalam. Selalu luangkan waktu untuk merefleksikan dan memperbaiki proses coding Anda, agar hasil penelitian Anda bisa lebih baik lagi.

 

Coding untuk Wawancara Kualitatif

Bagikan artikel :

Facebook
Twitter
LinkedIn

Artikel Lainnya

jasa pembuatan dan publikasi jurnal

bisanugas@gmail.com